Blog by: Rizal Maulana Furqon BLOG Mr.SITUS: PENGERTIAN CINTA

Jumat, 08 Mei 2009

PENGERTIAN CINTA

8 Pengertian Cinta Menurut Qur'an PDF Print E-mail
Written by RMFurqon
Thursday, 31 January 2008

Last Updated ( Thursday, 31 January 2008 )

heart.jpgMenurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai'an katsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya (man ahabba syai'an fa huwa `abduhu). Kata Nabi juga, ciri dari cinta sejati ada tiga : (1) lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, (2) lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, dan (3) lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri. Bagi orang yang telah jatuh cinta kepada Alloh SWT, maka ia lebih suka berbicara dengan Alloh Swt, dengan membaca firman Nya, lebih suka bercengkerama dengan Alloh SWT dalam I`tikaf, dan lebih suka mengikuti perintah Alloh SWT daripada perintah yang lain. Dalam Qur'an cinta memiliki 8 pengertian berikut ini penjelasannya:

1. Cinta mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan
"nggemesi". Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu
berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia
ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.

2. Cinta rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut,
siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis
rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding
terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang
kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi
kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya.
Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertalian
darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari
itu maka dalam al Qur'an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham ,
yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri,
yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata
rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana
psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim.
Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah
dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya
menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta
mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia
akhirat.

3. Cinta mail, adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara,
sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung
kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur'an disebut
dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada
yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang
lama.

4. Cinta syaghaf. Adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil
dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad
syaghafaha hubba) bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir
tak menyadari apa yang dilakukan. Al Qur'an menggunakan term syaghaf
ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, istri pembesar Mesir
kepada bujangnya, Yusuf.

5. Cinta ra'fah, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan
norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak
tega membangunkannya untuk salat, membelanya meskipun salah. Al Qur'an
menyebut term ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fah
menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini kasus
hukuman bagi pezina (Q/24:2).

6. Cinta shobwah, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku
penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur'an menyebut term ni ketika
mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan
Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja),
sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan
bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al
jahilin (Q/12:33)

7. Cinta syauq (rindu). Term ini bukan dari al Qur'an tetapi dari
hadis yang menafsirkan al Qur'an. Dalam surat al `Ankabut ayat 5
dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan
tiba. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma'tsur
dari hadis riwayat Ahmad; wa as'aluka ladzzata an nadzori ila wajhika
wa as syauqa ila liqa'ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya
memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu.
Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab Raudlat al Muhibbin wa
Nuzhat al Musytaqin, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada
sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang
apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa il
tihab naruha fi qalb al muhibbi

8. Cinta kulfah. yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik
kepada hal-hal yang positip meski sulit, seperti orang tua yang
menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada
pembantu. Jenis cinta ini disebut al Qur'an ketika menyatakan bahwa
Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, la
yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)

Salam Cinta,
RMFurqon

One more Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.

Kata cinta sendiri sebenaranya memiliki makna yang luas dan para pakar telah mendefinisikan dan memilah-milah istilah ini yang pengertiannya sangat rumit, antara lain:

*
Cinta terhadap keluarga
*
Cinta terhadap teman-teman, atau philia
*
Cinta yang romantis atau juga disebut asmara
*
Cinta yang hanya merupakan hawa nafsu atau cinta eros
*
Cinta sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape
*
Cinta dirinya sendiri, yang disebut narsisme
*
Cinta akan sebuah konsep tertentu
*
Cinta akan negaranya atau patriotisme
*
Cinta akan bangsa atau nasionalisme
*
Cinta kepada Tuhan

Sekedar membatasi pembicaraan, yang sedang dibicarakan cinta di sini adalah hubungan antarpribadi lawan jenis. Untuk memudahkan menerka makna cinta antarpribadi, ada baiknya kita mengenal unsure cinta antarpribadi ini. Cinta antarpribadi ini mempunyai beberapa unsure antara lain:

*
Afeksi: penghargaan kepada orang lain.
*
Kedekatan: pemuasan kebutuhan emosional dasar.
*
Altruisme: memperhatikan orang lain dan kebutuhannya daripada diri sendiri.
*
Resiprokasi: tak bertepuk sebelah tangan.
*
Komitmen: gairah untuk menjaga cinta.
*
Keintiman emosional: berbagi emosi dan perasaan.
*
Kekeluargaan: ikatan family.
*
Syahwat: gairah seksual.
*
Keintiman fisik: berbagi kedekatan daerah-daerah intim pribadi.
*
Kepentingan pribadi: kebutuhan akan penghargaan.
*
Pelayanan: keinginan untuk membantu.

Tentu masih ada banyak teori lain tentang cinta selain sekedar mengemukakan unsur-unsur cinta di atas. Setiap kebudayaan dapat mempunyai pendekatan yang berbeda untuk memaknai cinta. Bahkan dalam satu kebudayaan mungkin ada beberapa pendekatan untuk memaknai cinta. Pada dasarnya cinta merupakan konsep yang abstrak, lebih mudah untuk mengalaminya daripada menerangkannya.

Pandangan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Dalam Islam ada seorang ulama yang bernama Ibnu Qayyim menerangkan cinta ini dalam bukunya yang terkenal, Raudhatul Muhibbin wa Nuzhatul Mustasyqin. Ibnu Qayyim sendiri mendata 50 istilah berkaitan dengan cinta. Katanya, “Karena pengertian manusia tentang istilah cinta ini sangat mendalam dan lebih banyak berkaitan dengan hati mereka, maka tidak heran jika nama-nama lain untuk istilah cinta juga cukup banyak. Ini hal yang sangat lumrah dalam suatu yang dipahami secara mendalam atau rentan bagi hati manusia.”

Kata teratas yang ditempatkan oleh Ibnu Qayyim sebagai kata yang berhubungan dengan cinta adalah al-Mahabbah. Secara bahasa, kata ini pun sudah mempunyai asal kata yang banyak. Ada yang mengatakan makna asalnya adalah bening dan bersih. Ada yang berpendapat bahwa asalnya berasal dari al-habab, air yang meluap setelah turun hujan lebat. Ada lagi yang mengartikan sebaliknya: gundah yang tidak tetap. Ada pula yang berpendapat asalnya dari al-habbu, yaitu inti sesuatu.

Dari istilahnya, al-Mahabbah tidak berbeda; mempunyai definisi yang banyak. Sebagian artinya adalah sebagai berikut. Ada yang mengartikannya sebagai kecenderungan terus-menerus dengan hati meluap-luap. Ada yang mengartikan mendahulukan kepentingan orang yang dicintai daripada yang lain. Ada yang mengartikan menuruti keinginan orang yang dicintai, baik si dia berada di samping atau jauh. Ada juga yang mengartikan sebagai pengabdian.

Ada yang mengartikan bahwa makna hakikinya adalah menyerahkan apa pun yang ada pada dirimu kepada orang yang dicintai, sehingga tidak ada lagi yang menyisa. Ada yang berpendapat artinya engkau rela mengerjakan apa pun yang disenangi orang yang kau cintai, kemudian engkau rela mengorbankan diri, nyawa, dan hartamu demi dirinya, kemudian engkau mengikutinya secara sembunyi atau terang-terangan. Ada yang berpendapat, artinya ialah usahamu untuk membuat sang kekasih menjadi ridha.

Sebagian besar makna al-Mahabbah yang disebutkan Ibnu Qayyim berpusat bagaimana manghaturkan apa yang kita punyai; kemampuan, harta, nyawa kepada kekasih agar ia ridha, senang, dan keinginannya terpenuhi. Hamper tidak ada makna al-Mahabbah yang berpusat pada memuaskan keinginan pribadi orang yang mencintai kecuali pada satu makna, keinginan agar yang dicintai selalu hadir di sisi orang yang mencintai. Selain satu makna itu tidak ada.

Seharusnya Cinta

Dari ilmu psikologi Barat dan pandangan Ibnu Qayyim di atas, makna cinta didominasi oleh oleh bagaimana agar yang dicintai ridha, terpuaskan keinginannya oleh orang yang mencintai. Mereka yang mencintai. Mereka yang mencintai tergerak untuk menghargai kekasihnya, memperhatikannya, dan memenuhi kebtuhannya daripada kebutuhan diri sendiri.

Cinta yang berjalan pada porosnya tentulah membawa kedamaian dan ketentraman bagi orang yang dicintai bukan sebaliknya. Cinta yang seharusnya tentu membuat yang dicintai merasa dihargai, aman, terpenuhi kebutuhannya, damai, dan tenteram.

Memaknai cinta dengan makna seperti itu tentu membuat hidup lebih indah dan mudah. Cinta adalah bagaimana engkau membahagiakan orang yang kau cintai. Dan dengan seperti itulah engkau merasa bahagia. Dengan membahagiakan orang yang engkau cintai-lah engkau akan merasa bahagia. Cinta adalah bagaimana engkau bahagia saat orang yang kau cintai menjadi bahagia. Dengan melihat orang yang kau cintai berada dalam kebahagiaan, engkau merasa bahagia, dan begitulah engkau mencintainya.

sumber: http://freqz.blogspot.com

1 komentar: